Skip to main content

Peran dan Fungsi Mahasiswa di Era Millennial

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb

Peran dan Fungsi Mahasiswa di Era Millennial
Karya : Alya Azzahra Furqon

     Di zaman sekarang ini,zaman yang telah menasuki era modern dimana secara garis besar dunia ini telah berkembang pesat. Salah satunya yaitu dengan terciptanya terobosan-terobosan baru dalam berbagai bidang,terutama dalam bidang IPTEK. Dengan berkembangnya IPTEK,secara tidak langsung umat manusia harus mengikuti lajur modern ini. Karena apabila umat manusia tidak mengikuti arus perkembangan yang ada maka mereka akan sulit untuk melakoni kehidupannya agar berkembang menjadi pribadi yang idealis yang banyak diidamkan. Terutama bagi para pemuda pemudi dan seluruh pelajar dari masing-masing Negara di belahan dunia.


     Para pemuda pemudi yang merupakan seorang pelajar diharuskan untuk memiliki niat dan semangat juang yang tinggi guna merealisasikan segala hal yang diignginkan nya. Jika dilihat berdasarkan hierarkinya,pelajar memiliki Mahasiswa sebagai yang tertinggi. Yaitu, seseorang yang "mencari ilmu" dengan belajar di Sekolah Tinggi,Institut,Universitas,maupun Perguruan Tinggi yang telah menamatkan studi SMA/MA nya. "Mencari ilmu" dalam perspektif Mahasiswa bukan sekedar belajar mencari ilmu,akan tetapi lebih dari mencari. Mahasiswa itu harus bersungguh-sungguh menyerap dan mengamalkan ilmu yang telah dicarinya. Jika kita menilik spion para tokoh-tokoh Indonesia salah satunya yaitu Muhammad Arsyad Al-Banjari pengarang kitab Sabilal Muhtadin,beliau menuntut ilmu hingga ke Tanah suci mekah,yang belajar langsung ke sumbernya dimana akar semua ilmu yang ingin dipelajari oleh pribadi masing-masing.


     Mahasiswa yang sebagian besarnya merupakan harapan bagi Negara asalnya sebagai cikal bakal yang nantinya akan menjadi tokoh perubahan menuju ranah yang lebih baik. Banyak yang tidak menyadari bahwa Mahasiswa itu menjadi tumpuan bagi kebangkitan bangsa yang lebih maju lagi dalam sebuah Negara.



     YOLO (You Only Live Once) merupakan slogan yang sangat melekat pada generasi millenial,yaitu generasi yang lahir pada tahun 1998-2000. Generasi ini dianggap spesial karena mereka lahir di era modern dimana IPTEK telah berkembang pesat. Sehingga membuat generasi ini mahir dalam teknologi. Agar menjadi pribadi Millennial yang bermanfaat diantaranya kita harus dapat berfikir kritis serta berkontribusi dalam menyelesaikan suatu masalah disekitarnya,bergotong royong,serta memiliki visi yang realistik.



     Sebagai generasi millenial gigihlah dalam mengembangkan self driver,dan beranilah menjadi risktaker.

Semoga artikel Peran ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Terimasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb
Bandung,Rabu 29 Agustus 2018

Guna memenuhi tugas PBAK 2018
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Comments

Tujuan Pendidikan Dalam Perspektif Islam

Perubahan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2026

Keputusan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) CP 020/2026 terkait peruabhan Capaian Pembelajaran (CP) ada pada taksonomi. Dimana pada tahun ini Pendidikan Agama dan Budi Pekerti menggunakan Taksonomi SOLO yaitu ( Structure of Observed Learning Outcomes ). Taksonomi SOLO adalah kerangka kerja yang dikembangkan oleh John Biggs dan Kevin Collis pada tahun 1982 untuk mengukur dan memahami seberapa dalam tingkat pemahaman siswa terhadap suatu materi, mulai dari tahap paling sederhana hingga kompleks. Webinar yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen terkait perubahan taksonomi pada capaian pembelajran ini dibahas secara virtual pada Selasa, 30 Juni 2026.  Adapun perubahan poin-poin pada inti materi yang juga dibahas secara virtual oleh Kemendikdasmen via Zoom Meeting dan kanal YouTube Direktorat PAI Kemenag dilakukan pada Rabu, 1 Juli 2026 yang disampaikan oleh Bapak Moh. Ghozali , S.Ag., M.Pd. dan Bapak Dr. Ahmad Faozan, S.Ag., M.Pd. . Berikut beberapa...

Metodologi Penelitian | Judul Penelitian

Resume: Judul Penelitian Oleh: Alya Azzahra Furqon Source:  https://grafologiindonesia.com/wp-content/uploads/2020/01/6736356995_c14f4d9b1e_b.jpg Strategi dalam menentukan judul dalam penelitiian kuantitatif: 1. Cari permasalahan. 2. Pilih satu fokus permasalahan yang akan diteliti. 3. Cari solusinya degan berasumsi pada suatu teori. 4. Buat menjadi narasi deskripsi. Dan dari deskripsi itu akan menjadi suatu judul. Contoh: 1.  Cari permasalahan. 2. Pilih satu fokus permasalahan yang akan diteliti.   3. Cari solusinya degan berasumsi pada suatu teori. 4. Buat menjadi narasi deskripsi. Ciri-ciri judul penelitian kuantitatif: 1. Jenisnya eksperimen 2. Ada variabel (mind mapping dan prestasi kognitif) Latar Belakang Masalah (LBM) adalah hasil Studi Pendahuluan yang di deskripsiskan dan di dalamnya dikaji menurut permasalahan dan solusi berdasarkan pada teori maka berakhir di judul. LBM hanya tinggal menguraikan hasil Studi Pendahuluan dan masukan sedikit asumsi teori utntuk s...

Kutipan

  Dikutip Dari "Bicara Itu Ada Seninya" Oh Su Hyang Jangan rusak nilai anda sendiri dengan membandingkan diri dengan orang lain. sebab kita semua berbeda dan memiliki keunikan masing-masing. Bila anda sudah mempunyai tujuan, jangan ikuti apa yang menurut orang lain lebih penting. Hanya anda yang tahu apa yang terbaik untuk diri Anda. ~14'05'20 Fasting Day~